Sukses

Potret Menembus Batas: Elang Jawa, Sang Penjaga

Liputan6.com, Jakarta - Hutan hujan tropis dataran tinggi di Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Jawa Barat, kekayaan hayati yang ada di dalamnya adalah kemewahan untuk fauna yang hidup di sini. Elang Jawa adalah burung endemik Pulau Jawa yang terancam punah dan sebagian bertahan di sini.

Mendaki ketinggian hingga 1.000 meter di atas permukaan laut, peneliti dari Suaka Elang berusaha keras mendeteksi keberadaan elang jawa.

Data terakhir, jumlah elang jawa di alam liar kurang dari 400 ekor, ini artinya masuk dalam kriteria satwa terancam punah lembaga konservasi dunia.

Maraknya perburuan, hilangnya habitat dan sulit berkembangbiak terus mengancam keberadaan elang jawa. Dan upaya penyelamatan elang harus dilakukan.

Cuitan burung dari sudut kota bergaung. Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat dan polisi bergerak, dua satwa yang tak boleh dimiliki secara bebas ditemukan.

Elang jawa dan elang brontok terpenjara. Keputusan menyelamatkan elang jawa dimulai dari Animal Sanctuary Trust Indonesia (ASTI) atau pusat transit satwa.

Suaka elang, lembaga bentukan pemerintah seperti Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), swasta dan masyarakat bersatu melawan kepunahan elang jawa. Kejahatan terhadap satwa tercium sejak lama.

Upaya pemulihan elang dilakukan di Kampung Loji, Cigombong, Jawa Barat. Beberapa elang sedang dipulihkan kesehatannya. Sedang yang lain diperlakukan seminim mungkin berinteraksi dengan manusia.

Di Suaka Elang ini mereka dipersiapkan menjadi raptor sejati. Predator paling atas sebuah rantai makanan.

Elang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Datangnya elang menjadi pengontrol populasi hewan mangsanya.

Elang juga disebut indikator kesehatan sebuah lingkungan. Jika elang ditemui, itu artinya ada ketersediaan hewan yang dimangsa, sedang hewan mangsa menggambarkan betapa alam menyediakan makanan berupa tumbuhan yang cukup.

Maka di situlah artinya tumbuhan makanan satwa bertumbuh dan menghasilkan oksigen bagi mahluk yang ada di atasnya.

Hari itu seekor elang jawa menemukan jati dirinya. Elang jawa hasil serahan warga telah selesai direhabilitasi dan siap dilepasliarkan. Elang ini adalah yang ke-23 yang berhasil kembali ke pangkuan alam.

Saksikan keberadaan elang jawa dan upaya penyelamatan di Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Jawa Barat, selengkapnya ditayangkan Potret Menembus Batas SCTV, Minggu (28/2/2016), di bawah ini.

Artikel Selanjutnya
Marosok, Proses Jual Beli Sapi Khas Orang Minangkabau
Artikel Selanjutnya
Anjing Mulia Ini Selamatkan Nyawa Anak Rusa