Sukses

Potret Menembus Batas: Geliat Musik Indie

Liputan6.com, Bandung - Musik indie, berasal dari kata independent. Merdeka berkarya, bebas bermusik dan mandiri dalam menggali potensi. Indie, bukanlah genre musik.

Pagelaran musik indie jadi alternatif dari musik mainstream yang berseliweran di televisi dan radio. Mereka kaum pelarian.

Perjalanan musik indie di Indonesia dimulai lebih dari dua dasawarsa silam. Pure Saturday adalah sang pelopornya.

Setelah Pas Band meluncurkan album indie label pada 1993, dua tahun kemudian Pure Saturday menyeruak di antara dominasi band pop major label saat itu.

Buat pemusik, memilih jalur indie juga memberi keleluasaan dalam mengatur waktu. Hal ini dimanfaatkan betul oleh Satria Nur Bambang atau Iyo, yang bekerja di bidang event organizer.

Pria yang awalnya manajer Pure Saturday itu mesih meluangkan waktu bersama keluarga disela-sela kesibukannya.

Berbeda dari band bergenre pop di pasaran, cara bermusik Pure Saturday simpel dengan lirik mendalam. Band yang berdiri 1992 di Bandung itu menjadi band indie pertama di luar genre metal dan rock

Dengan prestasi mencetak enam album dan menerima sejumlah penghargaan, Pure Saturday memberi inspirasi bagi band-band pop alternatif di Tanah Air.

Menampilkan performa terbaik dan fans bakal datang dengan sendirinya. Itulah semangat dasar yang ingin diwariskan Pure Saturday terhadap band-band yang lebih muda.

Gerah dengan pemotongan honor manggung semena-mena dan kurang transparan dalam pembagian keuntungan, membuat sejumlah band terkenal meninggalkan label-label besar.

Gugat, adalah satu dari ratusan band musik cadas di seputaran Bandung. Lewat musik keras dan menghentak, Gugat mengangkat problem sosial di masyarakat.

Keunikan Gugat ada pada Achie sang vokalis. Di balik tubuh mungilnya, tersimpan suara lantang meneriakkan kritik sosial. Berbeda 180 derajat dengan keseharian ibu beranak dua itu.

Garang di depan mikrofon, Achie berubah santun di tengah murid-muridnya. Ya, Achie adalah guru taman kanak-kanak di Kota Bandung.

Kebersamaan dalam bermusik adalah hal utama buat Gugat yang sudah menghasilkan satu album. Menganggap penggemar sebagai sahabat, menjadi kunci terjaganya loyalitas fans dengan band underground. Salah satu impaknya, aneka merchandise band idola laris diburu.

Gugat jadi salah satu contoh band indie musik cadas yang mampu bertahan dengan kemandiriannya, di tengah persaingan keras industri musik.

Kini, Bandung dikenal sebagai salah satu barometer musik nasional. Selalu ada hal baru, seperti Taring, grup musik potensial yang sedang berupaya menembus kasta tertinggi deretan band underground asal Kota Kembang.

Saksikan tayangan selengkapnya dalam tayangan Potret Menembus Batas SCTV, Senin (2/5/2016), di bawah ini.

Artikel Selanjutnya
12 Band Kolaborasi di Album Urban GiGs X Unreleased Project
Artikel Selanjutnya
Eunha GFriend Nyanyikan Lagu Band Indonesia Mocca