Sukses

Potret Menembus Batas: Selamatkan Harimau Sumatera

Liputan6.com, Bengkulu - Hari beranjak malam. Perjalanan melacak temuan jejak yang diduga induk harimau Sumatera dengan satu anak berlanjut.

Perjalanan cukup mendebarkan, karena sewaktu-waktu si raja hutan bisa saja muncul dan terganggu.

Lintasan harimau Sumatera ini berada di wilayah kawasan hutan produksi terbatas. Kawasan hutan yang dulu rumah mereka telah rusak dirambah manusia.

Saat menemukan jejak harimau baru, degup jantung mulai berdetak kencang. Dengan hanya berbekal cahaya senter seadanya, bersama relawan dari salah satu lembaga konservasi, jejak si raja hutan diukur.

Tujuannya mendata ciri-ciri fisiknya, seperti perkiraan usia harimau dan juga jumlah harimau yang ada.

Dari tracking jejak harimau ini, kancil dan musang kerap ditemui. Ini menandakan hewan mangsa harimau Sumatera masih ada, meski semakin terbatas jumlahnya.

Pagi harinya jejak harimau Sumatera terlihat saat salah satu tim melacaknya ke kebun karet salah satu warga Mekar Jaya.

Banyaknya babi hutan yang berkeliaran mencari makan di kebun-kebun warga, diduga penyebab harimau berkeliaran di desa ini untuk berburu mangsa. Begitu juga suara gergaji mesin yang tengah memotongi pohon di hutan menjadi indikator harimau-harimau Sumatera ini tergangu dan tak sengaja masuk desa.

Kendati demikian, keberadaan si raja hutan ini tidak membuat warga Mekar Jaya merasa terganggu. Bahkan kehadiran harimau-harimau ini telah menjadi hiburan tersendiri bagi mereka.

Harimau Sumatera, satwa endemik Pulau Sumatera

Habitat kucing besar ini mulai dari hutan dataran rendah hingga hutan pegunungan. Selain itu dapat hidup di area perkebunan hingga savana dan dekat aliran sungai.

Harimau Sumatera, predator puncak rantai eksosistem hutan. Akibat alih fungsi hutan, perburuan, pembukaan lahan hingga pembalakan liar menyebabkan berkurang pula buruan harimau. Mengakibatkan harimau ini menjadi spesies yang terancam punah oleh lembaga konservasi dunia atau IUCN .

Hilangnya hutan yang menjadi habitat harimau Sumatera menyebabkan hewan ini seringkali dibunuh atau ditangkap karena tersesat di pedesaan.

Desa Mekar Jaya, Kecamatan Ulu Talo selama ini adalah desa Transmigrsi dari pulau Jawa sejak tahun 1980-an. Sejak itu mereka hidup berdampingan dengan satwa-satwa liar di dekat hutan lindung.

Desa ini menjadi salah satu desa penyangga, karena berbatasan langsung dengan hutan lindung yang menjadi rumah bagi para harimau Sumatera.

Saksikan tayangan melacak jejak harimau Sumatera selangkapnya dalam Potret Menembus Batas SCTV, Minggu (31/7/2016), pada tautan video di bawah ini: