Sukses

Potret Menembus Batas: Simbiosis Satwa Kunci Alas Purwo

Liputan6.com, Banyuwangi - Sesuatu tengah dirasakan banteng-banteng di Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi, Jawa Timur. Kehadiran predator, musuh utama banteng tak hanya diendus, namun juga dirasakan kehadirannya.

Ajag alias cuon alpinus, anjing liar hutan yang hidup di daratan Asia ini, satu satunya predator pemangsa banteng di Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi, Jawa Timur.

Tubuh kecil tak menghalangi niat ajag melibas banteng, meski ukuran tubuhnya bisa mencapai 50 kali berat badan ajag.

Ajag dikenal sebagai binatang cerdik, kemampuan berburunya selalu diasah. Naluri berstrategi diterapkan dalam setiap perburuan.

Kelompok kecil ini tengah memilih target terlemah. Di samping banteng, ajag juga sejatinya adalah satwa dilindungi. Populasinya di seluruh dunia hanya tersisa 2.500 ekor saja.

Serangan ajag juga mengancam eksistensi banteng. Di Savana Sadengan, kini tak ada lagi bayi banteng, semua dimangsa ajag.

Belum lagi dua minggu terakhir, dua banteng juga tewas dimangsa ajag. Malam itu, satu ekor banteng dewasa kembali tumbang.

Menikmati buruan adalah kemewahan bagi ajag. Predator paling tinggi di Alas Purwo. Dan berbagi, disadari adalah keindahan sebuah rantai makanan. Tak terkecuali bagi burung dan biawak.

Berkurangnya populasi banteng di padang penggembalaan Sadengan, mengusik para penjaga ekosistem hutan.

Gangguan, rantai makanan dan habitat harus benar-benar terdata. Sadengan sejatinya adalah surga bagi satwa d isini. Sumber pakan, sumber air, juga ruang sosialiasi para satwa. 50 Jenis mamalia hidup dan bergantung di Taman Nasional Alas Purwo.

Memasang kamera trap, salah satu metode paling efektif mengetahui penghuni hutan. Ini penting, sebab banteng dan ajag sama-sama dilindungi.

Kehilangan 3 ekor banteng dalam tiga minggu menyimpan tanya. Belum lagi bayi-bayi banteng tak lagi terlihat di Savana Sadengan. Adakah populasi banteng, satwa dilindungi mulai terganggu.

Saksikan kehidupan dan rantai makanan di Taman Nasional Alas Purwo yang ditayangkan Potret menembus Batas SCTV, Minggu (4/12/2016) di bawah ini.

Artikel Selanjutnya
Tenda Pengungsi Gunung Sinabung Sudah Tak Layak Huni
Artikel Selanjutnya
Duka di Natuna