Sukses

VIDEO: Dituduh Bunuh Kim Jong-nam, Begini Pengakuan Siti Aisyah

Liputan6.com, Kuala Lumpur - Pemerintah memastikan Siti Aisyah wanita yang diduga membunuh Kim Jong-nam, kakak tiri penguasa Korea Utara Kim Jong-un, adalah pemilik paspor Indonesia. Tim dari KBRI sudah bertemu Siti Aisyah di Kantor Kepolisian Diraja Malaysia.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Petang SCTV, Minggu (26/2/2017), menurut Wakil Duta Besar Indonesia Andreano Erwin yang menemui Siti Aisyah seperti yang dilansir media Malaysia The Star, wanita asal Serang, Banten itu, mengaku hanya diajak adegan lelucon reality show untuk mengisengi Kim Jong-nam dan dibayar 400 ringgit atau sekitar Rp 1,2 juta.

Siti Aisyah mengira cairan yang diberikan kepadanya adalah baby oil atau minyak untuk bayi. Ia juga mengaku tidak mengenal tersangka perempuan lainnya, Doan Thi Huong asal Vietnam. Kepada pejabat KBRI, Siti Aisyah menitipkan pesan agar orangtuanya tetap tenang dan menjaga kesehatan.

Menurut Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang tengah berada di Sydney, Australia, Pemerintah RI sudah memeriksa untuk mencocokan sidik jari di paspor dengan data yang ada di Imigrasi.

"Dari hasil sidik jarinya seperti apa, disampaikan bahwa data dari sidik jari yang diambil saat ini sedang dikirim ke Jakarta. Karena pencocokannya ada di Imigrasi pusat di Jakarta," ujar Menlu Retno Marsudi.

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Diraja Malaysia Inspektur Jenderal Khalid Abu Bakar menyatakan, Kim Jong-nam tewas akibat gas syaraf VX. Siti Aisyah sudah dilatih untuk melakukan pembunuhan tersebut.

Saksikan tayangan video pengakuan Siti Aisyah selengkapnya.

 

Artikel Selanjutnya
Segmen 3: Polisi Lepas Pria Korut hingga Nasib Siti Aisyah
Artikel Selanjutnya
VIDEO: Siti Aisyah Kira Cairan Bunuh Kim Jong-nam Baby Oil