Sukses

VIDEO: Kapal Inggris Siap Ganti Rugi Terumbu Karang di Raja Ampat

Liputan6.com, Jakarta - Kapal pesiar Inggris Caledonian Sky, yang 4 Maret lalu telah merusak terumbu karang di Raja Ampat, Papua bersedia membayar ganti rugi dan terlibat dalam proses perbaikan.

Peristiwa itu dinilai telah menyakiti moral bangsa, karena kawasan konservasi tersebut adalah lokasi wisata unggulan nusantara.

Sementara itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terus menyelidiki kerugian yang ditimbulkan. Dari data terbaru, kerusakan terumbu karang di Raja Ampat mencapai 13.522 meter persegi. Lebih jauh dibanding tafsiran awal 1.600 meter persegi.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Siang SCTV, Kamis (16/3/2017), sepanjang lokasi terdampak, seluruh terumbu karang pecah dan hancur.

"Kedalaman lautnya tidak terlalu dalam waktu kapal itu masuk. Seharusnya kapal itu tidak boleh masuk dengan kedalaman yang hanya mencapai 5 meter," kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.

Kerusakan diperparah dengan penarikan kapal pesiar di bawah kendali Kapten Keith Michael Taylor yang menggunakan tub boat yang salah.

"Jalur-jalur yang diberikan rekomendasi sudah ada. Dan kapal itu kan bukan kapal yang tanpa alat navigasi dan bukan kapal yang tak bisa mengukur kedalaman," jelas Menteri Perhubungan Budi Karya.

Reaksi muncul dari masyarakat. Sebuah petisi diluncurkan menuntut perusahaan Noble Caledonia. Tidak hanya memberi kompensasi berupa uang, tapi juga memperbaiki kerusakan terumbu karang.

Melalui situs resminya, Noble Caledonia meminta maaf atas insiden di perairan Raja Ampat. Mereka menyanggupi membayar ganti rugi dan mendatangkan tim ekspedisi khusus untuk ikut dalam proses perbaikan dan regenerasi terumbu karang.

Saksikan video terumbu karang di Raja Ampat yang pecah dan hancur akibat Kapal pesiar Inggris Caledonian Sky.

Artikel Selanjutnya
Kerusakan Karang di Raja Ampat Jadi Evaluasi Pemerintah RI
Artikel Selanjutnya
Barometer Pekan Ini: Jejak Kapal Pesiar di Raja Ampat